Unit SDI
Witel Lampung
Ketua Independent Team
Unit SDI
Witel Lampung
Anggota Independent Teamby Independent Team
Tim Survey Drawing Inventory (SDI) bertanggung jawab dalam melakukan perencanaan dan inventarisasi infrastruktur jaringan di lapangan, seperti jalur kabel, titik tiang, ODP dan perangkat terkait lainnya. Informasi yang dikumpulkan digunakan untuk menyusun gambar teknis serta dokumen Bill of Quantity (BOQ) secara akurat sebagai dasar perencanaan jaringan.
Perencanaan jaringan merupakan salah satu tanggung jawab utama tim SDI yang sangat penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan efisien dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Proses ini mencakup identifikasi jalur kabel, penempatan titik tiang, ODP, dan perangkat lainnya secara presisi, baik berdasarkan hasil survei maupun perancangan on-desk. Perencanaan yang matang menjadi landasan utama dalam penyusunan gambar teknis dan dokumen BOQ yang akurat.
Seluruh hasil perencanaan tersebut didokumentasikan secara digital menggunakan file berformat KML (Keyhole Markup Language). File ini umumnya berisi elemen garis (LineString) yang merepresentasikan jalur kabel, serta titik (Point) yang menggambarkan lokasi ODP ataupun tiang di sepanjang rute.
Format ini memungkinkan visualisasi dan pengolahan data jaringan dengan lebih sistematis dan terintegrasi menggunakan perangkat lunak pemetaan seperti Google Earth
Dalam praktiknya, proses desain jaringan masih banyak dilakukan secara manual menggunakan software pemetaan seperti Google Earth. Titik-titikโterutama untuk tiangโditentukan secara visual satu per satu. Metode ini seringkali menimbulkan sejumlah kendala, antara lain:
Aplikasi Convert Linestring to Point
Aplikasi ini dirancang untuk membantu tim teknis dalam mengelola jalur kabel secara lebih efisien. Melalui proses otomatis, file KML yang berisi jalur dalam bentuk garis (LineString) diubah menjadi titik-titik berdasarkan jarak tertentu, misalnya setiap 45 meter. Hasil konversi berupa file KML baru yang siap digunakan dalam berbagai kebutuhan teknis. Proses ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga meningkatkan ketepatan dan konsistensi data.
Berikut ini adalah perbandingan demo pengerjaan desain secara manual dan otomatis.
Membutuhkan Waktu 1 Menit 48,37 Detik untuk Panjang Kabel 315 Meter
Membutuhkan Waktu 0 Menit 30,35 Detik untuk Panjang Kabel 315 Meter
Kesimpulan : Semakin panjang jalurnya, semakin besar manfaat aplikasinya
Dalam inovasi ini, terdapat dua skema biaya yang diajukan, yaitu biaya tetap dan biaya berbasis transaksi.
| Komponen | Harga |
|---|---|
| Pengembangan Aplikasi per Fitur | Rp 10.000.000 |
| Hosting & Domain (1 Tahun) | Rp 1.000.000 |
| Support & Maintenance (6 Bulan) | Rp 4.000.000 |
| Total | Rp 15.000.000 |
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Biaya per transaksi | Rp 10.000 |
| Maksimal biaya per hari | Rp 100.000 (maks. 10 transaksi) |
| Jika transaksi > 10/hari | Tidak ada biaya tambahan (flat Rp 100.000) |
| Simulasi penggunaan |
|
Aplikasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi platform manajemen desain jaringan yang lebih lengkap.
Menggabungkan titik-titik hasil survey menjadi LineString untuk keperluan analisa rute dan dokumentasi ulang jalur.
Mengidentifikasi titik-titik (ODP, tiang) yang berada di sepanjang jalur kabel yang dipilih.
Membagi jalur kabel menjadi beberapa segmen berdasarkan panjang, jenis kabel, atau batas administratif.
Otomatis menghitung jumlah titik, panjang kabel, dan membuat ringkasan Bill of Quantity dari file KML yang diunggah.